aku duduk diberanda rumahku
aku menyesap teh manis didalam gelasku , hangat
tapi tak sehangat belaian lembut di kepala ku , ah ibu ku ,aku tersenyum dalam hati .
tangan itu menyisir helai demi helai rambut dikepalaku , hal yg selalu dikami lakukan jika sedang tidak sibuk , bersantai bersama-sama ,kali ini hanya ada aku dan ibuku .
ibu ku seorang yang selalu mengabdikan seluruh waktunya untuk keluarganya , bagi ibuku anak-anak dan suaminyalah harta yang paling berharga yang dimilikinya ,
aku ingat sewaktu kecil jika aku atau kakak-kakakku sakit ia selalu terjaga sepanjang malam merawat kami .
" Nia "tiba-tiba suara lembut ibuku memecahkan lamunanku , "ia bu , " kataku ,aku pindah duduk disebelah ibuku .
ibu sudah semakin tua sekarang , kamu juga sudah semakin dewasa , ibu mungkin sudah tidak bisa banyak mengatur hidupmu sekarang nia , kalimat lembut ibuku membuatku tertegun , mengapa ibu tiba-tiba bicara seperti itu ?
karena ibu tidak bisa menjamin apakah besok ibu masih bisa menemani mu seperti ini atau tidak , aku terhenyak , tidak ibuku harus selalu ada didekatku , ibuku tidak boleh jauh dariku aku terlalu terbiasa dekat dengannya tidak ada yang bisa aku rahasiakan darinya bahkan siapa teman lelaki yang kusuka pun aku ceritakan padanya , ibu ku kaki ke duaku , mulut ke dua , hatiku nyerih jika membayangkan ibuku suatu saat nanti akan pergi .
sepertinya ibuku tahu apa yang aku pikirkan , ia membelai kepalaku .
sayang kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi di esok hari , ibu selalu ingin mendampingi semua anak-anak ibu , tapi jika Tuhan akan meminta ibu pergi , ibu tidak bisa menolak , ibu ku tersenyum lembut .
Nia ibu tidak bisa memberimu emas intan atau berlian yang berharga , ibu tidak bisa memberimu harta yang berlimpah , tapi ibu berusaha memberimu ilmu hidup yang banyak dan bermanfaat dan yang paling berharga adalah setiap inci dari tubuhmu adalah setiap inci dari tubuh ibu ,
nia , ibu selalu takut diluar sana akan ada banyak orang yang bisa menyakitimu , tapi ibu tau anak ibu bukan anak yang lemah tapi anak yang kuat dan tegar . entah mengapa aku menangis ,ibu melanjutkan kata-katanya . satu- satunya emas yang bisa ibu wariskan padamu mungkin hanya kehormatanmu , Nia . suara ibuku pelan namun tegas . ibu mohon padamu tolong jaga kehormatan ibu , kehormatanmu dan kehormatan keluarga kita , jangan sekali- kali kau merendahkan kehormatan dan harga dirimu pada orang -orang diluar sana , ibu menatap langsung kebola mataku , kamu Nia akan merasakan pahit manis dunia yang lebih lagi setelah ini jagalah dirimu baik-baik dan jagalah kehormatan mu .ia membelai kepalaku lagi lalu ibu masuk kedalam rumah ,
aku hanya tertegun dengan semua kata-kata ibu , mengapa tiba-tiba ibu berkata seperti itu pada ku . aku lalu teringat akan keinginan aku dan Jo , lagi-lagi keyakinan yg kubangun mulai luluh lagi , entah kepada siapa harus kuberikan kata maaf untuk ibuku tersayang atau untuk Jo.
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Tears |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar