Sabtu, 03 Desember 2011

desember project part 1

Senja yang murung disatu kota kecil  di  negri antah beranta ,

            Seperti baru kemarin rasanya gadis ini merasakan betapa  indahnya menjadi murid SMA  dengan semua cerita- cerita indah yang mungkin tak akan pernah habis untuk di ceritakan tapi , saat ini sepertinya ia lupa bagaimana caranya tersenyum , tertawa dan ceria seperti saat- saat kemarin kini yang ada hanya sisa – sisa air mata di kelopak matanya , kesedihan dan kekecewaan . 

                                               **************************************
                Hallo , rani ? ran kamu jadi nggak mau ikut daftar kuliah  di universitas yang kita  certain kemarin ?  Tanya dinda  salah satu sahabat rani . Rani hanya diam . rannnnn , kamu masih dengerin aku kan ?? tanya dinda lagi , tapi rani hanya diam  dia benar-benar tidak tahu apa ia bisa melanjutkan sekolah di universitas yang ia impi-impi kan bersama sahabat –sahabatnya atau tidak  . ran?? Kamu kok diem terus sih ? ran , ,,? Tut,,tut,,tut  ,, sambungan telpon  itu pun terputus rani mematikan handphonenya dan menonaktifkannya . ia tidak mengerti mengapa kedua orang tuanya tidak pernah mengizikannya  kuliah di luar kota di universitas dan jurusan yang ia inginkan , selama ini ia selalu menuruti perkataan orang tuanya rani tidak pernah ingin mengecewakan orang tuanya apalagi ibunya , rani sangat menyayangi mereka tapi kali terasa sangat sulit untuk menuruti kemauan orangtuanya , ia merasa sudah besar , sudah dewasa dan bisa menentukan pilihan hidupnya , tidak seperti sekarang  , ia harus kuliah dikotanya dan mengambil jurusan yang benar-benar tidak dia sukai bahkan ketika SMA kemarin rani tak  mau kenal dengan pelajaran itu , dia tidak pernah mengerti ketika gurunya memberi penjelasan tentang pelajaran itu , entah karena memang ia  benar-benar bodoh atau memang tidak mau tahu , dan sekarang orang tua nya memintanya untuk  melanjutkan sekolah di fakultas ilmu yg benar-benar di bencinya dan selain itu rani pun ingin seperti sahabat-sahabtanya atau teman-temannya yang lain mereka bebas memilih dimana mereka ingin melanjutkan sekolah , mencoba hidup mandiri tidak seperti dirinya yang merasa seperti dikurung di satu tempat tanpa diberi pilihan apapun. Ia jenuh dan bosan diperlakukan seperti anak kecil selalu diawasi  dan selalu diatur . sudah satu bulan sejak kelulusanya dari SMA dan perdebatan hebat antar ia dan orang tuanya ,ia tidak pernah keluar dari rumah , ada beberapa sahabat-sahabat yang mendatanginya untuk berpamit karena mereka akan melanjutkan kuliah di luar kota dan menanyakan apa ia melanjtukan sekolah atau tidak ,itu membuatnya semakin sedih dan kehilangan hidupnya . ia kalut ia benar-benar bingung ia merasa iri dengan teman-temannya yang diberikan kebebasan oleh orang tua mereka untuk kuliah di luar kota , saat ini ia sangat  benci dengan kedua orang tuanya . hari pun berjalan dengan lambat .
                                ***************************************************

Tidak ada komentar:

Posting Komentar